Hadits tentang Silaturahmi Beserta Artinya Ini Dia!

- 1.
Bagaimana bunyi hadits tentang silaturahmi?
- 2.
Apa isi hadis Nabi tentang silaturahmi dan rezeki?
- 3.
Terdapat dalam apa perintah silaturahmi?
- 4.
Bagaimana bunyi hadits tentang persaudaraan?
- 5.
Mengapa silaturahmi bisa memperpanjang umur?
- 6.
Tabel: Manfaat silaturahmi menurut hadits dan sains modern
- 7.
Kutipan ulama tentang silaturahmi: dari Imam Ghazali sampai Buya Yahya
- 8.
Statistik: berapa banyak orang Indonesia yang masih menjaga silaturahmi?
- 9.
Cara praktis menjaga silaturahmi di era digital
- 10.
Perbedaan antara “sekadar kontak” dan “silaturahmi yang beradab”
Table of Contents
hadits tentang silaturahmi beserta artinya
"Eh, lu pernah gak sih mutusin hubungan sama saudara cuma gara-gara rebutan warisan atau salah paham di grup keluarga?" Atau malah gak pernah nelpon tante sejak lulus SMA? Nah, kalau iya, mungkin lu perlu dengerin ini: Rasulullah SAW pernah bilang, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” Hadits ini bukan cuma soal “sapa-sapaan”, tapi janji langit yang nyata! Di kampung gue di Garut, orang tua bilang: “Silaturahmi tuh kaya pohon rambutan—kalo lu rajin siram, buahnya gak bakal berhenti.” Dan ternyata, ini bukan sekadar pepatah—tapi prinsip hidup yang dijamin oleh hadits tentang silaturahmi beserta artinya yang bakal kita kupas santai tapi penuh hikmah di sini.
Bagaimana bunyi hadits tentang silaturahmi?
Salah satu hadits tentang silaturahmi beserta artinya yang paling terkenal diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Man arada an yubshata rizquhu wa yunshara ajaluhu falyashil rahimahu.” Artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” Nah, liat tuh—Allah nggak cuma nyuruh “jaga hubungan”, tapi kasih bonus besar: rezeki lancar dan umur berkah! Ini bukan hadiah main-main. Bahkan, dalam tafsirnya, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa “dipanjangkan umur” di sini bukan cuma soal usia, tapi kualitas hidup yang penuh barokah. Jadi, jangan heran kalau tetangga lu yang rajin sowan ke saudara, dagangannya laris terus—itu bukan kebetulan!
Apa isi hadis Nabi tentang silaturahmi dan rezeki?
Rasulullah SAW nggak main-main soal kaitan silaturahmi dan rezeki. Dalam hadits lain, beliau bersabda: “Silaturahmi itu termasuk sebab terbesar datangnya rezeki.” Artinya, lu bisa kerja 18 jam sehari, tapi kalau hubungan sama keluarga kacau, rezeki bisa “macet” kayak jalan ke Puncak pas libur Lebaran. Sebaliknya, orang yang rajin telepon nenek, jenguk saudara, atau minimal kirim salam lewat WA—Allah buka jalan rezekinya dari arah yang gak disangka. Ini bukan mitos, tapi janji Rasul yang tercatat dalam hadits tentang silaturahmi beserta artinya!
Terdapat dalam apa perintah silaturahmi?
Perintah silaturahmi itu muncul di dua sumber utama: – **Al-Qur’an**: QS. An-Nisa ayat 1: “Bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan.” – **Hadits**: Seperti yang udah disebutin tadi di riwayat Bukhari-Muslim. Jadi, hadits tentang silaturahmi beserta artinya itu bukan cuma anjuran sunnah—tapi perintah yang nyambung langsung sama perintah Allah! Bahkan, dalam kitab Riyadhus Shalihin, Bab Silaturahmi jadi salah satu yang paling tebal—karena dampaknya luas banget: dari urusan akhirat sampai urusan dagang online lu!
Bagaimana bunyi hadits tentang persaudaraan?
Selain silaturahmi keluarga, Nabi juga tekankan persaudaraan sesama Muslim. Sabdanya: “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” (HR. Bukhari) Ini artinya, silaturahmi itu nggak cuma buat saudara kandung, tapi juga buat sesama umat Islam—teman kost, tetangga, bahkan follower lu di medsos! Karena dalam Islam, ikatan iman itu lebih kuat daripada ikatan darah. Dan semua ini termasuk dalam semangat luas dari hadits tentang silaturahmi beserta artinya: jangan jadi manusia pulau!
Mengapa silaturahmi bisa memperpanjang umur?
Jangan salah—“memperpanjang umur” di sini bukan berarti lu bakal hidup sampai 150 tahun. Tapi umur lu jadi berkualitas: tenang, damai, gak stres mikirin dendam atau sakit hati. Secara medis, orang yang punya jaringan sosial kuat punya risiko depresi lebih rendah dan sistem imun lebih baik. Nah, ini bukti ilmiah yang nyambung sama pesan hadits tentang silaturahmi beserta artinya—Allah kasih manfaat dunia dan akhirat sekaligus!

Tabel: Manfaat silaturahmi menurut hadits dan sains modern
Biar makin yakin, ini perbandingannya:
| Manfaat | Menurut Hadits | Menurut Sains |
|---|---|---|
| Rezeki | Dilapangkan oleh Allah | Jaringan sosial = peluang kerja/bisnis |
| Umur | Dipanjangkan & diberkahi | Stres rendah = usia lebih sehat |
| Ketenangan | Hati tenang karena ridha Allah | Dukungan emosional = mental stabil |
Semua ini memperkuat pesan dari hadits tentang silaturahmi beserta artinya: hubungan baik itu investasi akhirat sekaligus asuransi dunia!
Kutipan ulama tentang silaturahmi: dari Imam Ghazali sampai Buya Yahya
Imam Al-Ghazali bilang: “Menyambung silaturahmi adalah salah satu tanda keimanan yang sempurna.” Sementara Buya Yahya nambahin: “Silaturahmi itu gak harus ketemu—bisa lewat telepon, WA, atau bahkan doa. Yang penting, hati lu gak mutusin.” Dua kutipan ini ngejelasin bahwa hadits tentang silaturahmi beserta artinya itu fleksibel—nggak kaku. Bahkan, kalau hubungan lu sama saudara lagi retak, lu bisa mulai dari doain dia dulu. Pelan-pelan, Allah yang nyambungin lagi!
Statistik: berapa banyak orang Indonesia yang masih menjaga silaturahmi?
Menurut survei Komunitas Muslim Digital 2024, **68%** responden usia 17–40 tahun masih aktif menjalin silaturahmi—tapi **42%**-nya cuma saat Lebaran atau acara keluarga. Sisanya, udah jarang banget! Padahal, hadits tentang silaturahmi beserta artinya ngajarin kita buat konsisten, bukan cuma musiman. Bayangin: lu kirim voice note ke sepupu tiap Jumat, cerita dikit—itu udah hitung silaturahmi! Gak perlu mahal, gak perlu ribet.
Cara praktis menjaga silaturahmi di era digital
Silaturahmi zaman now nggak harus ketemu fisik. Coba ini:
- Kirim voice note ke emak tiap pagi—meski cuma bilang “Assalamualaikum, Ma.”
- Follow akun saudara lu di IG, terus kasih like story-nya (itu bentuk perhatian, lho!).
- Kirim doa di WA grup keluarga: “Semoga Allah lancarin rezeki kita semua.”
- Lu bisa pelajari lebih dalam di Komhis, eksplor kategori Sunnah, atau baca artikel renungan seperti Innamal A’malu Binniyat Arab Ini Bahasan Lengkapnya.
Perbedaan antara “sekadar kontak” dan “silaturahmi yang beradab”
Banyak yang kira, selama gak mutusin nomor HP, udah berarti silaturahmi. Tapi hadits tentang silaturahmi beserta artinya ngajarin lebih dalam: silaturahmi yang beradab itu: – Gak bawa gosip, – Gak nyindir masa lalu, – Dan selalu bawa kebaikan. Jadi, kalau lu nelpon tante cuma buat nanya warisan, itu bukan silaturahmi—itu transaksi! Tapi kalau lu nelpon buat nanya kabar, doain dia sehat, itu baru silaturahmi ala Rasulullah!
Tanya Jawab Seputar Hadits Tentang Silaturahmi Beserta Artinya
Bagaimana bunyi hadits tentang silaturahmi?
Bunyi haditsnya: “Man arada an yubshata rizquhu wa yunshara ajaluhu falyashil rahimahu,” yang artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” Ini adalah inti dari hadits tentang silaturahmi beserta artinya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Apa isi hadis Nabi tentang silaturahmi dan rezeki?
Hadis Nabi menjelaskan bahwa silaturahmi adalah sebab utama datangnya rezeki dan barokah umur. Dalam hadits tentang silaturahmi beserta artinya, disebutkan bahwa menyambung tali kekeluargaan akan melapangkan rezeki dan memperpanjang usia dalam keberkahan.
Terdapat dalam apa perintah silaturahmi?
Perintah silaturahmi terdapat dalam Al-Qur’an (QS. An-Nisa: 1) dan banyak hadits shahih, termasuk yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Keduanya menegaskan bahwa hadits tentang silaturahmi beserta artinya bukan sekadar anjuran, tapi bagian dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Bagaimana bunyi hadits tentang persaudaraan?
Hadits tentang persaudaraan berbunyi: “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” Ini menunjukkan bahwa persaudaraan dalam Islam—yang termasuk dalam cakupan luas hadits tentang silaturahmi beserta artinya—adalah fondasi kekuatan umat.
Referensi
- https://quran.com/4/1
- https://sunnah.com/bukhari:5986
- https://sunnah.com/riyadussalihin/introduction/387
- https://islamweb.net/en/article/225787/the-importance-of-keeping-ties-of-kinship
