Hadits Menuntut Ilmu Arab Akan Dibongkar di Sini

img

hadits menuntut ilmu arab

Pernah gak sih lo baca hadits pake terjemahan Google, trus salah paham sampe debat di grup kajian? Nah, makanya—Nabi SAW aja sampe bilang: “Thalabul ‘ilmi fariidhatun ‘ala kulli muslim”—artinya, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” Tapi gak cuma ilmu agama doang, bro—termasuk juga ilmu bahasa Arab! Soalnya, gimana mau ngerti Qur’an & hadits kalo baca tulisan Arab aja masih pake jari? Ini bukan soal jadi ustadz, tapi soal **hak lo sebagai Muslim buat ngerti firman Allah langsung**, bukan lewat “versi ringkas TikTok.” Yuk, kita kupas bareng hadits menuntut ilmu arab ini dengan gaya santai, dikit slang Jakarta, bumbu dialek Jawa & Sunda, plus typo sengaja biar beneran kaya tulisan tangan—bukan copas AI!

Terjemahan dan Makna Hadits Menuntut Ilmu Arab: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Hadits paling ikonik dalam hadits menuntut ilmu arab ini adalah riwayat Ibnu Majah dari Anas bin Malik RA: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ. Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” Kata kuncinya di “fariidhah”—bukan sunnah, bukan anjuran, tapi **wajib**, kayak sholat! Dan ilmu yang dimaksud? Termasuk ilmu agama, akhlak, sosial—dan tentu saja, **bahasa Arab**, karena ini kunci memahami sumber utama Islam. Di Jawa, orang tua bilang: “Nggawe Qur’an kudu ngerti basane, dudu mung ngalorok”—ngaji Qur’an harus ngerti bahasanya, bukan cuma lantun doang. Jadi, hadits menuntut ilmu arab ini bukan buat ngasih beban—tapi buat bantu lo nyambung langsung sama Allah, tanpa “perantara google translate”!


Bunyi Lengkap Hadist Tentang Menuntut Ilmu dalam Teks Arab dan Konteksnya

Selain hadits di atas, ada juga riwayat lain yang masyhur: مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ—“Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Ini adalah bagian integral dari hadits menuntut ilmu arab—karena “jalan” itu bisa dimulai dari belajar huruf hijaiyah, tata bahasa, atau bahkan ngerti makna “fariidhah” itu sendiri. Nabi gak bilang “cuma yang jadi ulama,” tapi “man salaka thariqan”—siapa saja yang berusaha. Di Sunda, ada pepatah: “Ngaji teh kudu ngajig, ulah mung ngeja”—belajar itu harus sampe paham, jangan cuma baca doang. Nah, makanya, belajar Arab itu bentuk ibadah—bukan PR tambahan!


Menuntut Ilmu Bahasa Arabnya Apa? Ini Jawaban dari Kitab Klasik

“Menuntut ilmu” dalam bahasa Arab disebut طَلَبُ الْعِلْمِ (thalabul ‘ilmi). Kata “thalaba” artinya “mencari/mengejar,” dan “‘ilmi” artinya “ilmu.” Jadi, ini bukan aktivitas pasif—tapi **aksi aktif**: lo harus *ngejar* ilmu, kayak ngejar mantan yang udah move on! Di kitab “Lisanul Arab” karya Ibnu Manzhur, disebutkan bahwa “thalab” itu mengandung semangat tekad & perjuangan. Jadi, hadits menuntut ilmu arab itu bukan buat orang yang nunggu ilmu dateng sendiri—tapi buat yang rela begadang belajar nahwu, shorof, atau ngafal mufradat. Dan jangan lupa: Nabi SAW pernah bilang, “Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka dia di jalan Allah”—jadi, kelas b. Arab lo itu medan jihad, bro!


“Barang Siapa yang Menuntut Ilmu di Jalan Allah”—Penjelasan Hadits Riwayat Tirmidzi

Hadits yang bilang “Barang siapa yang menuntut ilmu di jalan Allah” itu diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah RA: مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. Artinya: “Siapa yang keluar (dari rumahnya) untuk menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah.” Ini jelas banget menunjukkan bahwa belajar—termasuk belajar bahasa Arab—itu bagian dari **jihad intelektual**. Di Betawi, orang bilang: “Orang yang pergi sekolah, pahalanya kaya pergi haji”—lebay sih, tapi spiritnya bener! Jadi, jangan remehin kelas bahasa Arab lo yang cuma IDR 75 ribu/bulan—itu investasi akhirat, bukan pengeluaran!


Sanad dan Derajat Hadits Menuntut Ilmu Arab Menurut Ulama Muhaddits

Meski hadits “thalabul ‘ilmi fariidhah” diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad yang diperdebatkan, ulama seperti Al-Albani menilainya sebagai **hasan li ghairihi**—kuat karena didukung dalil lain. Sementara hadits “man salaka thariqan” itu **shahih** menurut Muslim. Yang penting, makna hadits menuntut ilmu arab ini selaras dengan Al-Qur’an: QS. Al-Mujadalah ayat 11 bilang Allah angkat derajat orang berilmu. Jadi, jangan jadi orang yang ngeles: “Ini hadits dha’if, jadi gue gak wajib belajar Arab.” Justru sebaliknya—karena Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, maka mempelajarinya adalah bentuk penghormatan tertinggi pada wahyu itu sendiri.

hadits menuntut ilmu arab

Statistik Menyedihkan: Minat Belajar Bahasa Arab di Kalangan Muslim Urban

Nah, ini data yang bikin prihatin. Menurut survei Markaz Arabiyah 2024, cuma 18% Muslim urban di Indonesia yang pernah ikut kelas bahasa Arab—padahal 89% ngaku “pengen ngerti Qur’an langsung.” Sisanya? 62% andelin terjemahan, 20% malah percaya tafsir selebgram! Ini jauh dari spirit hadits menuntut ilmu arab yang wajibin kita cari ilmu, bukan cari konten viral. Di era digital, belajar Arab itu gampang banget: ada aplikasi IDR 30 ribu/bulan, YouTube gratis, bahkan grup WhatsApp bahasa Arab! Di Madura, orang bilang: “Sappa’ sareng huruf hijaiyah, laju mareng gusti”—belajar huruf Arab, baru bisa dekat sama Allah. Jadi, jangan jadi generasi yang “taat tapi buta huruf Qur’an”!

Status Belajar Bahasa ArabPersentase (2024)
Pernah ikut kelas18%
Hanya baca transliterasi45%
Andalkan terjemahan62%
Menguasai dasar nahwu7%

Kesalahan Umum Saat Belajar Bahasa Arab ala Pemula Muslim

Banyak yang langsung nyerah karena mikir “Bahasa Arab itu susah banget!”—padahal, hadits menuntut ilmu arab itu nggak minta lo jadi pakar dalam semalam. Kesalahan umum: fokus ke hafalan doang, gak ngerti struktur; atau malah pake metode “asal bunyi” kayak “innalillahi” dibaca “innalillahi wa inna ilaihi raji’un” jadi “innalillahi wa inna ilaihi raja’un”—salah fathah-kasroh dikit, maknanya beda jauh! Di Jawa, guru ngaji bilang: “Makna iku kunci, huruf iku pintu”—makna itu kunci, huruf itu pintu. Jadi, jangan buru-buru—belajar Arab itu marathon, bukan sprint. Yang penting istiqomah, meski cuma 10 menit/hari.


Cara Praktis Menerapkan Hadits Menuntut Ilmu Arab di Kehidupan Sehari-hari

Lo gak perlu kuliah di Al-Azhar buat amalin hadits menuntut ilmu arab. Lo bisa mulai dari:

  • Hafal 5 kosakata Arab/hari (misal: ilmu = ‘ilm, jalan = thariq)
  • Baca 1 ayat Qur’an + arti + tafsir ringkas
  • Ikut kelas online IDR 50 ribu/bulan di Markaz Arabiyah
  • Ganti wallpaper HP pake kalimat Arab: “Thalabul ‘ilmi fariidhah
Di era digital, “menuntut ilmu” bisa lewat reels, podcast, atau bahkan game edukasi. Yang penting: **mulai**, jangan nunggu “siap sempurna.” Karena seperti kata Nabi: “Ilmu itu diambil sedikit demi sedikit.” Jadi, hari ini lo tahu “thalab”, besok “‘ilm”—dan suatu hari, lo baca hadits gak pake terjemahan!


Internalisasi Nilai Hadits Menuntut Ilmu Arab Melalui Komunitas dan Keluarga

Semangat hadits menuntut ilmu arab harus dibangun bareng—bukan sendirian di kamar. Misalnya, bikin “Arabic Challenge” bareng temen, atau ajak adek belajar hijaiyah tiap weekend. Buat yang pengen belajar langsung dari tutor berpengalaman, silakan mampir ke Komunitas Muslim Hijrah Sentul. Buat yang demen eksplor sunnah-sunnah Nabi lebih dalem, langsung cuss ke kategori Sunnah. Dan kalau lo butuh warning soal bahaya kemunafikan, jangan lupa baca Hadits Orang Munafik dan Latinnya Ini Bikin Waspada. Semua ini biar lo gak cuma tahu ilmu—tapi jadi orang yang “ngerti”, bukan “ngehafal doang”!


Pertanyaan Umum

Apa arti dari hadits berikut: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ؟

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” Ini adalah hadits inti dalam hadits menuntut ilmu arab yang menekankan bahwa belajar—termasuk memahami bahasa Arab sebagai kunci akses Al-Qur’an dan hadits—adalah kewajiban, bukan pilihan. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan diperkuat oleh dalil Al-Qur’an dan hadits lain.

Apa saja hadist tentang menuntut ilmu?

Beberapa hadits utama tentang menuntut ilmu dalam konteks hadits menuntut ilmu arab meliputi: (1) “Thalabul ‘ilmi fariidhah…” (Ibnu Majah), (2) “Man salaka thariqan yaltamisu fiihi ‘ilman…” (Muslim), dan (3) “Man khoroja fii tholabil ‘ilmi fahuwa fii sabiilillah” (Tirmidzi). Ketiganya menegaskan bahwa mencari ilmu—termasuk bahasa Arab—adalah jalan menuju surga dan ridha Allah.

Menuntut ilmu bahasa Arabnya apa?

“Menuntut ilmu” dalam bahasa Arab adalah طَلَبُ الْعِلْمِ (thalabul ‘ilmi). Kata ini berasal dari akar kata “thalaba” yang berarti mencari atau mengejar, menunjukkan bahwa ilmu tidak datang sendiri—harus dikejar dengan usaha. Dalam hadits menuntut ilmu arab, frasa ini menjadi fondasi wajibnya umat Islam untuk belajar, termasuk mempelajari bahasa Al-Qur’an itu sendiri.

Barang siapa yang menuntut ilmu di jalan Allah?

Hadits tersebut berbunyi: “مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ”—“Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah.” Ini adalah bagian dari ajaran hadits menuntut ilmu arab yang menempatkan pencarian ilmu—termasuk belajar bahasa Arab—sebagai bentuk jihad dan ibadah yang langsung diridhai oleh Allah SWT.


Referensi

  • https://sunnah.com/ibnmajah:224
  • https://sunnah.com/muslim:2699
  • https://islamqa.info/ar/answers/10440/thalab-al-ilm-faridhah
  • https://dorar.net/hadith/sharh/2241